layf.

aku harus melepaskan kekacauan ini. kekacauan yang terjadi.
aku harus buang segala penat ini, penat yang menghabisi.
sudah tak ada lagi sisa, hancur lebur semua.
sudah tinggal kerangka, tak ada yang dapat diolah.
semua kering kerontang, dibolak balikpun sama saja.

aku harus stop semua ini, sebelum aku benar-benar berlari.
atau menjadi sampan usang sekali lagi.
aku harus luruskan, jangan lagi banyak patahan.
tak ada lagi abstrak,
tak ada lagi IHWDsIaUGsjwdhUGJBX*&%&^$DTYFY%$DYT
semua harus berurutan secara alfabet. atau qwerty.

sudah terlalu lama menggenggam erat,
bagusnya dibuang.
sudah terlalu lama memegang kaku,
bagusnya dilepas.
tau yang mana direlakan, yang mana diatur.
tau mana yang disingkirkan, mana yang dirasa-rasa.

karena waktu pernah berlari disisi, tapi kemudian pisah rute dipersimpangan terakhir.
ia pasang wajah muram sambil melambai-lambai.
di sudut ada lampu jalan kuning temaram.
tapi kali ini aku sudah tidak takut gelap.

aku harus membalik dagingku yang sudah penuh asap.
aku harus membetulkan kepingan lego yang amburadul.
aku harus menyimak. atau mungkin tidak.
mungkin hanya perlu mengerjap, tidak perlu melotot.

hidup.

Advertisements

Goodbye\\

Saya benci beberapa hal didunia ini. Terutama hal-hal yang menyakitkan. Ada banyak hal-hal yang menyakitkan di dunia ini seperi dikhianati, dibohongi, diabaikan, diperlakukan tidak adil, beberapa diantaranya sudah pernah saya rasakan, tapi rasa sakitnya masih dapat terabaikan, walaupun kadang tidak mudah. Namun ada 1 hal yang paling saya benci dan itu adalah ketika seseorang meninggal dunia. Rasa sakit kehilangan orang yang sebelumnya ada bersama-sama kita dan tidak lagi bersama kita terus ia pergi adalah rasa yang makin saya coba pahami hingga sekarang. Ya, saya tau begitulah dunia ini bekerja, hanya saja, sepertinya saya–dan seperti banyak manusia lainnya–masih sangat-sangat belum terbiasa. Padahal itu adalah hal yang sangat nyata. Siklus yang sangat simple. Tapi ntah kenapa kita masih sulit menerima ketika itu terjadi pada orang lain atau kita. Kematian & perasaan ditinggalkan.

Beberapa waktu yang lalu om saya meninggal dunia. Ia salah satu om yang saya yang terdekat yang berada di masa kecil saya. Dia sudah lama didiagnosa sakit, namun masih beraktivitas seperti biasa, hanya saja ia lebih kurus, lebih lemah, suara yang ia milikipun sudah berubah. Dulu ia adalah om yang kocak, selalu memeriahkan suasana, a very bright person. Ia tidak memiliki kebiasaan yang mengganggu kesehatan (seperti begadang atau merokok) tapi kebiasaan yang saya tau adalah terlalu banyak berpikir, semua hal kecil mengganggunya dan membuatnya stress. saya pernah membaca jika terlalu banyak berfikir negatif dapat mengaktifkan sel-sel kanker dalam tubuh. I mean it will lead into your physical after all right? The stress will destroy your mind and then the body.

Terakhir kali saya menjenguk dia dirumah sakit kakinya sudah pucat dan memutih, dan saat itulah saya sadar mungkin waktunya sudah tak lama lagi, I don’t know, I just always think that death have a certain kind of pale.

Saat akhirnya diberitahu ia meninggal dunia dan saya harus pergi ke pemakamannya saya tidak bs melupakan ekspresi sedih dari om-om dan tante lain dan paling terutama dari Ibu saya sendiri, saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya kehilangan seorang adik. Dan saya tidak mau membayangkannya.

Sepulang dari sana saya terdiam sendiri dikamar. I hate betrayed, I hate when people lies, I hate many things that but what I hate the most is when people die.