Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru…

Setelah malam yang lumayan bermakna dan agak menyenangkan, saya duduk ditepi jendela yang pemandangannya mengarah ke pemandangan gedung, rumah-rumah, gereja megah. Dan langit-langit biru. Tidak terlalu biru sih cenderung kelabu. Dan jendela tempat saya mengintip hanyalah jendela kotak biasa. Hanya 1 frame yang sederhana. Namun hampa, dan sepi. Bahwa semegah-megah apapun kota. Atau semegah-semegahnya bangunan yang dibangun oleh manusia langit hanya tetap berdiri kosong diatasnya… Tidak angkuh, bukannya tidak perduli. Tapi… Sepertinya langit tak memiliki keinginan untuk berbuat apapun dengan apa yang dibawahnya. Dia hanya diam disana. Still. Dan tak ada campur tangan apapun atas semua yang manusia coba harapkan atau manusia coba sampaikan. Rumah-rumah. Gedung-gedung. Rumah ibadah. Berbagai ilham telah dibentuk namun langit seakan tak perduli, semesta tak perduli. Dia hanya diam. Seakan-akan tak punya kepentingan. Seakan-akan acuh tak acuh. Sama seperti takdir, sama seperti nasib, sama seperti hidup. Bukan karena itu tak adil, tapi karena itu acuh tak acuh.

Mungkin kita memberi makna yang berbeda-beda ketika melihat langit. Tapi langit yang kupandang dari jendela kotak itu amatlah dingin. Begitu kosong. Tak ada Zeus ataupun Hera yang akan memekik dan berteriak marah ketika aku atau kalian berbuat salah. 

Diam-diam saya merasa sedih. Diam-diam saya merasa sepi. Dan sendiri. Betapa sunyinya hidup. Betapa kecilnya kita. Betapa dunia dan langit diatas sana menyelesaikan urusannya sendiri. Dan seakan tak akan pernah mengacuhkan harapan-harapan kita. Bahkan ia tak berfikir, dia hanya hadir sebagai semesta, dan kebetulan saja kita dapat merasakannya. Dan mencoba-coba memberikan makna kepadanya. Tapi ia hanyalah langit dengan semestanya sendiri. 

Atau mungkin langit sebenarnya tlah banyak memberikan tanda-tanda namun kita kunjung kerap tak sadar-sadar jua? Sehingga ia hanya selalu hadir disitu lelah memberi sinyal, karena sebenarnya dirimu sama tak acuhnya seperti-nya?

Ataukah langit sebenarnya memang diam tanpa intervensi dan aku hanyalah pikiran manusia bodoh yang seperti milyaran manusia lainnya berusaha memberikan makna?

Setahun itu bukanlah waktu yang lama saat kita beranjak semakin berumur. Dan hidup hanyalah pandangan dari frame ke frame saja. Sungguh tak bermakna. Sungguh kosong. Sungguh hampa. Dan semakin sulit untuk menentukan hidup mana yang lebih bijaksana, manusia atau sebutir batu?

Jadi ini yah hanya catatan biasa saja. Maaf tidak ada yang menarik saya hanya tinggal di kota kecil yang berotasi lamban. Tapi paling tidak berada dikepala saya sendiri saya jarang merasa kesepian. Karna walaupun langit tak memberikan tanggapan, tapi kepala saya selalu ramai…

Akan hal-hal sedih! Haha…

Saya tidak sesedih ini aslinya percayalah…

Selamat Tahun Baru…