Not So Fine

Berapa hari ini saya mimpi buruk yg terburuk yang bisa dimimpikan, tadi pagi bangun sambil meringis jd takut tidur. Trauma. Atau mungkin saya menyalahkan hormon saja, karena kalo pms pikiran saya benar-benar kaya benang kusut. Maksudnya, pikiran saya tanpas pms saja sudah kusut, apalagi dengan campur tangan hormon. Gila. Hampir kayak orang bipolar gitulah. Yah hampir kaya Marshanda gitulah yg 5 menit pertama nyanyi-nyanyi sambil joget-joget trus 5 menit berikutnya nangis-nangis sambil bilang “Goddd why meee goodd why meee…! Give me a icecream and baksooo… And all the spicy foodd… And I love youu but noo I hate you leets go shoppingg…” Oke itu bukan Marshanda sih.

Anyway Mimpi kemarin yang bisa saya ingat adalah mimpi yg bersetting seperti difilm-film horror indonesia. (takuutt…) Tapi beneran kalo mimpi saya suka kayak bersetting & berjalan cerita gitu. Jadi ceritanya saya adalah nanny (tukang ngasuh anak kecil…) gak tau kenapa bisa begini tau-tau saya lagi sama-sama anak kecil. Tiba-tiba anak kecil yg saya asuh itu mati. Lupa matinya gara-gara apa pokoknya mati. Dan pikiran dan atmosfir didalam mimpi itu suram sekali dan saya amat merasa bersalah dan tiba-tiba saya sudah kembali disetting kedua dengan anak dari keluarga lain yang orangtuanya menganggap kalo kejadian buruk yang menimpa saya itu hanya kecelakaan semata. Dan terjadilah kejadian kedua tiba-tiba ntah bagaimana saya merasa saya dikutuk dan anak kecil yg saya asuh mati mendadak juga. Saya sedih bingung dan takut sekali. Saya ingin menyudahi kutukan dan mimpi ini dan saya tidak mau berada dekat dengan anak-anak lagi karena saya tau apapun itu seperti mengintai saya dan anak itu, seperti kutukan. Tapi ntah kenapa ada anak kecil yang tiba-tiba bermain didekat saya dan saya yang baru saja ngeri kenapa bisa begini tiba-tiba kaget karena tiba-tiba saja saya sudah ada disetting yang ketiga, jalanan, malam hari, saya sedang melihat anak itu diseberang jalan ingin menyebrang menyusul saya. Anak yang sudah setengah jalan itu tiba-tiba bergerak kembali mundur jalan kebelakang seperti direverse. Dan tertabrak mobil. Saya lalu kemudian berlari dan berteriak. Menangis. Dan orangtua anak itu menggendong anak itu kedepan saya tanpa berkata apa-apa dan ntah kenapa saya dengan emosi yang sudah berubah–tidak merasakan kesedihan lagi–dengan dingin menjawab: “apa yang sudah ditakdirkan diambil oleh Tuhan tidak bisa dikendalikan oleh manusia.” I mean, what the fuck. Gimana mungkin saya tiba-tiba ngomong kalimat seperti itu. Dan sayapun tak lama terbangun. Dgn perasaan tdk enak…

Kemarin saya mimpi lagi. Dengan mimpi yang sama sekali tidak ingin saya ceritakan lagi saking sedihnya dan membuat saya ingin bertanya: unconsciouness… ini apa-apaan. Karna disitu mimpinya sangat nyata sekali gaessss… Dan saya terbangun dipagi hari dengan terisak-isak. Dan *bersyukur* itu cumpa mimpi.

Ntahlah. Apa yang ingin semesta dan alam bawah sadar ini ingin katakan. Yang saya tau ini adalah bintik kecil pikiran bawah sadar gelap yang suram. Seperti goa. Pikiran ini berwarna-warni tapi ada satu goa. Ingin mengambil alih. Seperti alien kecil. Dan auranya sedang menguar. Atau itu hanyalah bunga tidur dari akumulasi-akumulasi pikiran yang yahh not so fine. Maybe. Or maybe I’m just in my post-menstrual-syndrom. Yeahhh…

Tapi aku takut boboooo… Makanya baca doa!! Udaaah tauuuuuu…

Nite. Sweet dreams

Advertisements