Alasan Malas

“sebenarnya aku nih bodoh gak sih?”

“aku merasa bodoh… :(” 

“otak aku udah tumpul, kebanyakan kena angin malam…”

kadang saya ngerasa orang paling bodoh. ntah faktor gen atau bagaimana saya agak lamban berfikir cepat, alias slow speed, hahaa. krn setelah melihat adik bungsu saya yang perempuan yang juga agak lamban berfikir–tapi kreatif saya memang yakin itu turunan. yaaa agak-agak tipe stupid blonde gitulah, yang physically fine, tapi otak agak lemot. B-)

ahahha serius. kadang teman-teman dekat dulu mungkin saking terlalu sayangnya mereka suka ngingetin buat rajin kuliah. dan meyakinkan kalo aku tdk bodoh.

“sumpah, *insert nama saya disini* kau ndak bodoh!!” padahal saya tidak berkomentar atau bersuara apapun sebelumnya, bahkan bernapaspun tidak. saya kebetulan lagi makan roti dengan tenang dan damai. dan sekonyong-konyong teman perempuan saya ini berbicara seperti itu. apakah aura bodoh itu terpampang nyata dari wajah saya? xD

yang saya ingat waktu dia sekonyong-konyong berkata begitu adalah, besoknya saya ujian akhir semesteran. dan saya dengan santainya malah minta antar beli cemilan ke minimarket depan.

mungkin sebelumnya teman saya ini sudah berkali-kali mengingatkan untuk belajar, tapi otak saya udah otomatis nge-mute suruhan (hardikan) itu, jadi kayak gini:

teman saya: “oiii Tya kau belajar gih, besok ujian!! TYA COBA BUKA INSTAGRAM INI ONLINE SHOPNYA BAGUS BAGUS LHOH! DISKON!!”

saya: “MANAAAAA?”

atau seperti ini:

teman saya: “Tya, bagaimana menurut kau Ben Affleck yang pernah jadi mantan Jennifer Lopez, di E! ini… TYA BESOK KAU UJIAN NJINGG?! BELAJARR!”

saya: “Lahh itu bukannya hubungan itu udah lama, si Ben kan sekarang udah nikah sama Jennifer Garner sejak tahun 2005 dan sudah dikaruniai 2 orang anak… mereka akan hidup rukun bahagia selamanya…”

mungkin seperti itu kali ya kejadiannya. 

habisss ya gimana ya, waktu itu saya lagi malas-malasnya, ga punya motivasi, mau dipaksa kayak gimanapun kayaknya percuma. (lain dengan skrg, uas semester kemarin saya dapat 98 lho… sadisssssss… kenapa ga daridulu coba usahanya.)

jadi setelah saya dengan aman makan roti ini teman saya permisi pulang, lalu marah-marah: “aku kesal… besok tuh kau ujian, kok kau bs sesantai ini?!” saya dengan mulut nganga makan roti coba fokus dengan emosi teman saya yg ternyata semakin obvious.

“Tya, aku nih ndak pintar, aku nih cuma terbiasa melakukan sesuatu dengan maksimal, 100% effort!!”

lalu dia ngacir dengan motor bebek bergigi 4 nya. saya yang habis jajan langsung masuk rumah dan pengen mandi, udah sore.

tapi sebenarnya malam itu saya langsung kefikiran juga.

kemana larinya motivasi???

kemana larinya semangat bersekolah itu???

dari kecil perasaan diantara saudara-saudara lain akademik saya yang paling lumayan, tapi kenapa tambah tua kok ya kaciau.

but yeah.

sebenarnya nasehat seseorang itu ga ngaruh ke kita sampai kita sendiri mengerti dan memahami sendiri. jadi, sekarang saya tahu kalo “kamu tidak bisa menyuruh orang lain menjadi apa yang kamu inginkan, kamu hanya bisa memperlihatkan, sampai mereka mengerti dgn sendirinya.” —quotes ini benar.

di poin itu saya masih nganggep kalo kata-kata teman saya ini bullshit. buat apa? saya ga punya motivasi buat kuliah karna saya anggap it’s not my thing, saya belum sadar benefitsnya dimana, dan saya akan menjalaninya mengikuti arus aja.

tapi saya sekarang sadar kalo saya memang harus belajar, biar pendidikan dan waktu yang saya jalani itu gak jadi sia-sia. walaupun proses untuk sadar itu lumayan, tapikan saya memang bukan teman saya itu, yang dari SD belajar dari subuh disuruh belajar sama ibunya, otaknya encer banget, dan setiap tahun hingga SMA ranking pertama. dan saya ga perlu jadi orang itukan, saya hanya butuh menjadi diri saya sendiri, dan menjalani prosesnya. walaupun merugikan tapi paling tidak saya bisa belajar darisitu, and live my life with my own way.

back to topic,

sampe sekarang saya masih suka insecure jg dan bertanya dgn orang-orang terdekat saya, “Am I stupid?”

mereka dgn inisiatif baik yg ingin memotivasi saya langsung menjawab “gak ada orang yang terlahir bodoh, yang ada orang yang malas.”

malas? really? that word does not motivated me.

saya sering sekali mendengar perkataan itu waktu SMA, karna saya kebetulan berteman dengan berandal-berandal kelas. berandal kelas adalah teman curhat yang baik, jadi saya sering sengaja duduk semeja dengan mereka.

Ada guru-guru senior yang baik hati sering tiba-tiba ngomong dengan teman-teman saya ini yang sering tidur pada saat mata pelajaran mereka dgn blg: “ya ampun kamu ini yaaa, kamu tuh gak bodoh, cuma malas…!” dan teman saya yang dicap ‘malas’ pun cuma senyum-senyum malu karna ketahuan tidur dan besoknya langsung tidur lagi. karena mereka toh merasa terlabeli. malas, dan bodoh.

bagaimana kalo saya bilang, “gak ada orang yang terlahir didunia sebagai orang bodoh, yang ada hanya orang gak yakin sama dirinya dan tidak memaknai bahwa hidup yang dijalaninya itu berharga dan sangat pantas untuk dijalani…”

dibalik sikap malas pasti ada alasan, teman saya yang hobi tidur itu pasti yakin kalo SMA pada saat itu gak memberi dia wadah yang dia perlukan (dia saat itu bassis beken), dia ga yakin sama dirinya sendiri karna sudah dilabeli cap malas, jadi mungkin menurutnya buat apa rajin sekolah? buat apa belajar? toh saya ga akan pernah CUKUP baik disini. 

kira-kira begitulah kalo di kepala berandal SMA.

kalo sekarang. apakah alasan malas? apakah karna saya kurang memaknai hidup? kurang mengerti jika hidup yang dijalani ini berharga, dan sangat amat pantas dijalani dengan semangat penuh suka cita dan semestinya dirayakan?

apakah alasan malas-malasan tidak bangun pagi besok?
no hope?

next time kalo ada orang yang nanya “bro, saya bodoh gak sih?” tolong kasihtau, “kau itu gak bodoh, tapi tolong periksa lagi motifmu nak… xD”

ah udah ah ngantuk. ngalur ngidul

semoga siapapun termotivasi sama tulisan ini yang sebenarnya lagi memotivasi diri sendiri. :))

Advertisements

“…I give you …

“…I give you the mausoleum of all hope and desire…I give it to you not that you may remember time, but that you might forget it now and then for a moment and not spend all of your breath trying to conquer it. Because no battle is ever won he said. They are not even fought. The field only reveals to man his own folly and despair, and victory is an illusion of philosophers and fools.” ― William Faulkner, The Sound and the Fury

tell this quotes when you give your beloved person a watch as a gift. hehe. 🙂

WIN

There’s no “win” in life. No immortality happiness. There’s no ending, there’s no certainty in life, the only certainty in life is in the end you’ll die.

You can’t win in life, you can run in the end of the world whenever you get all you want and scream: “I WIIIN!” And the happiness & bliss will yours for the rest of your life. You can’t.
In life you just learn, learn, and learn & enjoy what you’re doing. That’s called win, in life.
You just take what life gaves you in the first place; the life itself.

In life, what you do is do life, there’s no stopping spot, like you end here, done here. You just keep on moving, you reach happiness, and another happiness, another freedom, in between you’re gonna feel an unpleasant things too, not because it is bad, but it because you should feel it. You should feel everything. Not because life punish you, but just because you should know how it taste.

So why are you so sad now young lady?