Sensitivity

Tidak ada orang yang jahat.
Sebagaimana tidak ada orang baik.
Orang yang jahat bagimu, belum tentu jahat bagi orang lain.
Begitu juga orang yang baik, belum tentu baik dimata orang lain.
Mengapa?
Karena tingkat sensitivitas setiap orang berbeda-beda.
Karena orang bertindak sesuai dengan kepekaannya masing-masing.
Dan kepekaan & empati yang dimiliki setiap orang berbeda.
Orang jahat dengan caranya sendiri.
Dan orang berbuat baik dengan caranya sendiri.

Bisa saja orang baik disatu sisi, dan terkesan jahat disatu sisi yang lain. Padahal ia tidak jahat, ia hanya tidak peka.
Orang yang bermulut jahat terhadap orang disekitarnya, ternyata tiap pagi bangun memasak nasi kotak, dan membagikannya kepada anak-anak yang menjual koran dilampu merah.
Orang yang sehari-hari tidak ngeh terhadap orang lain dilain waktu membayarkan biaya rumah sakit seorang anak yang tidak punya orang tua. Yang mungkin keluarganya sendiri tidak mau menanggungnya.
Sebaliknya,
Orang yang bermurah hati dan bagai seorang malaikat kepada teman-temannya, bisa saja tega menghardik saudaranya sendiri.
Orang yang kau anggap jahat, bisa saja baik disatu hal lain.
Begitu juga sebaliknya.
Semua berada di satu poros yin dan yang, keseimbangan, hitam dan putih, kepekaannya masing-masing.
Tidak ada yang salah, tidak ada yang salah dengan semua orang.
Dan tidak ada manusia yang sempurna.
Dan begitu juga yang terjadi pada dirimu.
Semua hanya sedang berputar di universenya dan kebenarannya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s